-->

7 Kerusakan Pada Karburator dan Cara Memperbaikinya

Setiap kendaraan transportasi memiliki banyak komponen penting yang perlu dirawat supaya kendaraan dapat bertahan lama dan pastinya dapat digunakan dengan baik. Kendaraan yang selalu dicek dan terawat akan memberikan kenyamanan pada pengemudi dan penumpangnya. Kendaraan yang kondisinya baik akan memperkecil angka kecelakaan di jalan raya dan pada bagian kendaraan motor maupun mobil  yang paling kerap mengalami kerusakan ialah sistem pengereman, pengapian dan penerangan.

7 Kerusakan Pada Karburator dan Cara Memperbaikinya

Sebagai seorang pengemudi pastinya paham betul kendaraan yang sedang digunakan mengalami permasalahan di bagian mana saja? Hal ini bisa dirasakan mulai dari kinerja kendaraan yang menurun, suara, getaran dan sebagainya. Komponen kendaraan yang mengalami kerusakan tentu akan berimbas pada beban kerja yang diterima kendaraan semakin besar dan pencegahan kerusakan yang tidak cepat dilakukan perbaikan akan merembet ke bagian yang lainnya.

Karburator adalah alat yang digunakan untuk proses pencampuran udara dan bahan bakar pada mesin. Pencampuran yang terjadi di dalam karburator dikenal dengan sebutan mesin pembakaran dalam. Pada kendaraan yang dipasarkan pada tahun 2010 ke bawah kebanyakan masih menggunakan sistem karburator, namun seiring perkembangan teknologi kini sudah banyak bermunculan kendaraan yang menggunakan metode baru yaitu sistem injeksi. Sepeda motor dan mobil yang menggunakan injeksi dapat mengirit bahan bakar dan mampu meningkatkan performa mesin.

Pada dasarnya sistem injeksi dan karburator masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Nah, bagi sahabat automotif yang saat ini masih memiliki kendaraan dengan sistem karburator, sebaiknya mengetahui dan memahami masalah kerusakan pada karburator yang sering kali terjadi dan bagaimana cara yang tepat untuk memperbaikinya.

1. Kebocoran Bahan Bakar

Kebocoran bensin di dalam karburator seringkali dialami oleh kendaraan yang pemilik motor senang merobak atau memodifikasi sepeda motor atau mobilnya. Berharap dengan memodifikasi bagian karburator bisa meningkatkan performa tenaga mesin yang lebih besar, justru karena hal itu dapat memicu penyebab kerusakan pada pelampung. Dimana peran pelampung adalah untuk mengatur pembatas permukaan bensin agar selalu tetap konstan.

Karena pengontrolan pembatasan besin telah rusak maka kendaraan akan menjadi lebih boros bahan bakar dan tentu ini akan merugikan bagi pemilik kendaraan. Perlu adanya perbaikan dengan mengganti bagian pelampung dengan komponen yang baru dan sebaiknya ubah setelah pada karburator yang telah dimodifikasi pada posisi standar bawaan pabrik.

2. Karburator Kotor

Beberapa penyebab yang di duga memicu karburator kotar adalah kebersihan tangki bensin yang tidak pernah dibersihkan sehingga kotorannya masuk ke karburator, bahan bakar yang tercampur dengan kotoran dan tidak melakukan penyaringan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam tangki serta tidak menggunakan komponen penyaringan udara sehingga debu mudah masuk ke karburator.


Kotoran yang masuk ke karburator dan mengendap secara berkelanjutan dapat menghambat aliran bensin sehingga proses pengabutan udara dengan bahan bakar menjadi tidak sempurna. Alhasil motor menjadi sulit hidup, menyendat-nyendat dan tenaga mesin menjadi berkurang.

Hal yang harus dilakukan adalah dengan membersihkan kotoran tangki bensin dan karburator. Bila perlu saringan bahan bakar juga harus diperhatikan karena penyaringan bensin yang kotor dapat membuat karburator sulit untuk menghisap bensin.

3. Saluran Main Jet Tersumbat

Ada banyak hal yang perlu Anda ketahui mengenai kurangnya performa mesin yang semakin hari semakin berkurang. Pada kendaraan berkarburator memiliki alat yang digunakan untuk melakukan pengkabutan dan pencapuran bahan bakar dengan udara. Main jet adalah salah satu komponen yang bertugas menyalurkan dan mengkabutkan  bensin.

Penggunaan kendaraan sehari-hari dan kurangnya perhatian terhadap kebersihan karburator, kotoran dan kerak akan menempel di bagian main jet. Alhasil pemasok bahan bakar untuk proses pengabutan menjadi sedikit dan tenaga mesin yang dihasilkan menjadi kurang memaksimal.

4. Bahan Bakar Tidak Turun

Kenapa besin tidak mau turun ke karburator? Keadaan yang seperti ini seringkali dikeluhkan oleh pemilik motor. Pada dasarnya kendaraan yang menggunakan sistem karburator tidak menggunakan teknologi fuel pump (pompa minyak) sehingga hanya memanfaatkan gaya gravitasi untuk menurunkan bensin.

Bila bensin tidak mau turun, cobalah untuk memeriksa saluran bensin dan saringan minyak. Keadaan selang bensin dan karburator yang terdapat udara akan mempersulit turunnya bensin maka dari itu coba lepas selang yang masuk ke karburator, lalu biarkan bensin mengalir hingga lancar dan setelah itu pasang kembali selang yang menuju ke karburator.

5. Karburator Kering

Keadaan karburator yang kering disebabkan adanya asupan bahan bakar yang terlalu sedikit dibandingkan jumlah udara. Komposisi bahan bakar dan udara yang tidak seimbang hanya akan mempengaruhi tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Ada dua penyebab yang membuat karburator menjadi kering yaitu asupan bahan bakar yang dibatasi dan pemasok udara yang disetel besar. Hal yang dilakukan untuk memperbaikinya adalah dengan melakukan penyetelan udara yang masuk ke dalam karburator.

6. Karburator Basah

Keadaan karburator basah berbanding terbalik dengan karburator kering, dimana karburator yang basah memiliki jumlah bahan bakar yang terlalu banyak dibandingkan udara yang masuk ke karburator. Keadaan seperti ini bisa ditandai dengan munculnya asap hitam yang keluar dari knalpot dan juga pemakaian bahan bakar menjadi lebih boros. Untuk mengatasi masalah itu, Anda bisa melakukan penyetelan udara yang masuk ke karburator menjadi lebih banyak. Selain itu juga bisa mengganti anti pilot jet ke ukuran yang lebih kecil atau mengganti jarum skep ke ukuran yang lebih besar.

7. Setelan Karburator Kurang Tepat

Pada karburator terdapat dua alat penyetel yang sangat berpengaruh terhadap performa mesin. Kedua alat tersebut berfungsi mengatur pasokan bahan bakar dan udara yang akan masuk ke karburator. Alat penyetel tersebut seringkali dilakukan perubahan guna untuk menyesuaikan putaran mesin agar lebih ideal, setiap bagian penyetel yang diputar sedikit maupun banyak sangat mempengaruhi tenaga mesin.


Perbandingan kadar udara dan bahan bakar harus benar-benar ideal, hal ini untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Jika salah dalam penyetelan, maka kendaraan motor akan sulit hidup dan mudah mati.

Kerusakan yang terjadi pada karburator diatas disebabkan kurangnya perhatian dan perawatan. Pemilik motor perlu melakukan pengecekan secara rutin guna mempertahankan kendaraannya agar selalu baik, namun bila kurang paham mengenai motor, sebaiknya serahkan masalah karburator kepada orang yang betul-betul ahli dibidangnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel