-->

8 Cara Mudah Merawat Power Steering Yang Baik dan Benar

Power steering adalah sebuah sistem kemudi yang berfungsi untuk meringankan setir ketik diputar. Umumnya mobil di Indonesia menggunakan power steering hydraulic dan electric. Power steering hidrolik menggunakan tekanan hidraulis dari pompa power steering, sedangkan power steering elektrik (EPS) merupakan teknologi terbaru yang bekerja otomatis saat kontak mobil on.

Adapun beberapa kelebihan pada kendaraan yang menggunakan power steering, seperti dapat mengurangi steering effort, meningkatkan kestabilan ketika mengemudi dan meminimalisir guncangan ketika melewati jalan rusak ataupun bergelombang.

8 Cara Mudah Merawat Power Steering Yang Baik dan Benar

Sama seperti komponen mobil lainnya, power steering system juga perlu perawatan secara rutin agar bisa berfungsi dengan baik. Namun, tidak semua pemilik mobil memahami bahwa merawat power steering diawali dari cara mengemudi yang baik. Agar usia pemakaian power steering mobil menjadi lebih lama maka pengemudi bisa menerapkan beberapa cara di bawah ini.

1. Hindari Memodifikasi Power Steering

Setiap pabrik mobil pastinya telah mendesain power steering yang telah disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan kendaraan. Jika power steering telah dimodifikasi dengan melakukan penggantian komponen atau bahkan merubah rancangan power steering maka keamanan berkendara dengan mobil menjadi menurun dan rentan mengalami kecelakaan.

2. Perhatikan Umur Pemakaian Power Steering

Penggunaan power steering yang sudah lama akan mengalami keausan, biasanya hal ini terjadi karena komponen power steering yang sudah digunakan selama 5 tahun. Batasan waktu ini dijadikan rekomendasi bagi pengemudi untuk mengganti power steering tanpa harus menunggu rusak dulu baru kemudian diganti.

 Jika pemakaian power steering melebihi lima tahun dan tidak melakukan penggantian, tentu ini bisa beresiko pada keselamatan kamu ketika berkendara. Kamu juga bisa melakukan pemeriksaan pada power steering secara rutin agar terawat dengan baik dan pastinya bisa membuat power steering jadi tidak cepat rusak atau awet.

3. Hindari Memutar Setir Kemudi Dengan Cepat

Ternyata kebiasaan memutar setir kemudi yang terlalu cepat bisa merusak komponen power steering. Nah, untuk merawat power steering maka kebiasaan tersebut perlu pengemudi hindari. Ketika mobil akan berbelok, sebaiknya mengurangi kecepatan. Sistem hidrolik yang digunakan secara perlahan ketika mengemudi akan membuat komponen menjadi lebih awet dan tidak cepat rusak.

4. Hindari Memutar Setir Dalam Jangka Waktu Yang Lama

Cara merawat power steering selanjutnya adalah dengan menghindari putaran setir secara penuh dalam waktu yang lama. Hal ini dapat mengakibatkan tekanan pada power steering menjadi maksimum, sehingga kinerja mesin menjadi berat dan pemakaian bahan bakar menjadi lebih boros.

5. Perhatikan Roda Ban Ketika Parkir

Kebiasaan sepele yang bisa membuat power steering tidak awet adalah parkir mobil dalam kondisi ban berbelok atau tidak lurus. Jika hal ini terus-menerus dilakukan maka komponen power steering dan ball joint akan cepat rusak atau usia pemakaian menjadi lebih singkat. Dengan mengetahui hal ini, sebaiknya carilah tempat parkir yang benar dan pastikan ban sudah lurus sebelum meninggalkan kendaraan.

6. Hindari Menerjang Jalan Banjir

Kebiasaan menerjang banjir dapat berpotensi merusak power steering, apalagi genangan air yang diterobos kendaraan lumayan tinggi. Untuk kendaraan yang menggunakan power steering elektrik, tentu ini akan mengakibatkan kerusakan yang lebih kompleks.

Baca Juga :

Pasalnya power steering elektrik memanfaatkan arus listrik untuk menggerakan motor elektrik. Ketika komponen ini terkena air maka memungkinkan terjadinya korsleting. Umumnya, motor elektrik berada di luar kabin sehingga rentan terkena air.

7. Hindari Mengemudi di Jalan Berlubang dan Rusak

Selain menerjang banjir, kebiasaan melewati jalan belubang dan rusak berpotensi tinggi merusak power steering. Apalagi mengemudikan dengan cara ugal-ugalan, hanya akan mempercepat kerusakan komponen power steering.

Namun, jika memang terpaksa tidak ada jalan lain kecuali harus melewati jalan yang berlubang dan juga rusak, maka lebih baik melewatinya dengan cara mengurangi kecepatan kendaraan. Terjadinya guncangan dan hentakan yang keras pada as steering bisa merusak komponen kemudi, untuk itu selalu memperhatikan jalan dengan benar.

8. Penggunaan Jangan Melebihi 100.000 km


Jika mobil kamu sudah digunakan hingga jarak 100.000 kilometer maka kemungkinan kualitas power steering akan menurun. Biasanya kinerja power steering yang mulai buruk ditandai dengan setir kemudi yang terasa berat saat diputar ke kanan dan ke kiri.

Pemakaian power steering yang sudah 100.000 kilometer hendanya diganti dengan unit yang baru. Selain itu, mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan dan sering melewati jalan berlubang, tentunya ini akan membuat power steering cepat rusak, meskipun penggunaannya belum mencapai jarak 100.000 kilometer.

Selain poin-poin di atas, bagi pengguna power steering hidrolik juga diharuskan untuk selalu mengecek jumlah oli power steering dan kondisi vanbelt. Itulah cara merawat power steering agar awet yang bisa diterapkan pada kendaraan kesayanganmu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel