-->

7 Cara Mudah Mendeteksi Kerusakan Pada Sistem Rem

Rem memiliki fungsi yang penting pada kendaraan, pasalnya rem berguna untuk menurunkan laju kendaraan. Kondisi jalan yang memungkinkan pengemudi melakukan pengereman adalah ketika kendaraan melintasi jalan rusak, bergelombang, menanjak, menurun dan situasi darurat lainnya. Untuk menjaga keselamatan berkendara dan menghindari kecelakaan di jalan raya, maka sebaiknya pengemudi selalu mengecek sistem pengereman sebelum berkendara. Karena bagian sistem rem sering mengalami kerusakan seperti komponen yang lainnya.

7 Cara Mudah Mendeteksi Kerusakan Pada Sistem Rem

Sistem pengereman pada kendaraan mobil maupun motor banyak menggunakan model rem biasa dan rem yang sudah dibekali teknologi ABS. Penggunaan teknologi terbaru ABS (Anti Lock Braking System) mencegah roda tergelincir saat pengemudi melakukan pengereman secara mendadak. Perawatan rem ABS tergolong lebih rumit karena terdapat penambahan komponen seperti sensor kecepatan yang harus selalu dalam kondisi bagus.

Terjadinya kecelakaan yang dialami sejumlah kendaraan penumpang maupun pengangkut barang, karena adanya kelalaian dari pengemudi yang salah satunya kurang kesadaran dalam merawat dan mengecek sistem pengereman sehingga terjadi rem blong. Hal semacam ini dapat kita hindari dengan mendeteksi atau mengetahui terlebih dahulu kerusakan rem sebelum parah.

Cara Mendeteksi Kerusakan Pada Rem

Apabila terdapat adanya kerusakan pada rem, segera mungkin melakukan perbaikan ke bengkel langganan kamu. Jangan menunda-nunda karena alasan tertentu, karena keselamatan berkendara adalah prioritas yang harus diutamakan.Sedikitnya ada 7 cara yang bisa pengemudi lakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada rem, diantaranya:

1. Lampu Indikator

Perkembangan teknologi otomotif yang begitu pesat, membuat keluaran produk kendaraan terbaru sudah disematkan lampu indikator rem yang bisa dilihat pada Multi Information Display. Indikator ini sering kita lihat pada kendaraan yang sudah dipasang teknologi ABS. Fitur indikator ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada pengemudi tentang sistem pengereman dalam kondisi baik atau tidak.

Apabila rem bermasalah maka lampu indikator akan menyala, sedangkan rem dalam kondisi normal atau baik indikator berada dalam posisi tidak menyala. Adanya fitur ini sangat bermanfaat untuk pengemudi dalam mendeteksi kerusakan pada sistem pengereman.

2. Timbul Bunyi Berisik Pada Rem

Sebagian pengemudi pasti pernah mengalami timbulnya suara pada roda saat proses pengereman berlangsung. Timbulnya suara disebabkan adanya kotoran yang mengendap pada area tromol rem dan bantalan rem yang bersentuhan dengan rotor.

Apabila mengalami kondisi semacam itu, sebaiknya segera melakukan pergantian kampas rem untuk menghadirkan performa pengereman yang optimal dan pastikan area tromol selalu bersih dari kotoran seperti pasir. Kotoran yang mengendap akan merusak lapisan tromol dan kampas rem akan mudah habis, alasan inilah yang membuat pengereman tidak berjalan maksimal.

3. Bau Kurang Sedap Pada Rem

Kondisi jalan yang terjal membuat pengemudi sering kali melakukan pengereman secara berulang-ulang. Pengereman yang berulang akan meningkatkan temperatur rem sehingga menghasilkan panas yang berlebihan. Kondisi seperti ini membuat pengereman menjadi kurang optimal dan menimbulkan bau kurang sedap. Sebaiknya periksa kondisi rem dan diamkan sejenak sampai rem menjadi dingin.

4. Kurangnya Kapasitas Minyak Rem

Minyak rem memiliki peranan penting untuk menurunkan laju kendaraan. Minyak rem merupakan mediator untuk menghantarkan tekanan dari master silinder ke semua silinder roda, untuk menghasilkan gerakan penghentian. Ada banyak jenis minyak rem yang dibedakan berdasarkan tingkat didihnya dan yang paling banyak digunakan  adalah DOT-3 dan DOT-4.

Baca Juga : 7 Komponen Penting Rem ABS dan Fungsinya

Kurangnya kapasitas minyak rem yang dibutuhkan pada sistem  pengereman akan menghasilkan daya rem yang kurang optimal sehingga perlu dilakukan pengecekan dan pergantian secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya kontoran yang mengendap dan merusak seal.

5. Pedal Rem Saat Diinjak Terasa Dalam

Penginjakan pedal rem yang terlalu dalam membuat pengemudi merasa kurang nyaman, kondisi semacam ini terjadi karena kondisi brake pad dan tromol yang sudah menipis. Perlu adanya penggantian brake pad dan tromol yang baru untuk menghasilkan daya pengereman yang optimal.

6. Pedal Rem Saat Diinjak Terasa Keras

Ketika menginjak pedal rem lalu terasa keras ini disebabkan adanya kerusakan pada komponen booster. Segera mungkin lakukan pengecekan secara menyeluruh karena dapat berakibat fatal dan bahkan sistem pengereman menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

7. Pedal Rem Saat Diinjak Terasa Bergetar

Rotor adalah piringan yang berguna untuk memperlambat laju kendaraan melalui daya tekan pada bantalan rem. Getaran yang timbul saat pengereman disebabkan permukaan rotor atau piringan yang tidak lagi rata sehingga perlu dilakukan pergantian rotor dengan yang baru.

Baca Juga : 10 Komponen Dan Cara Kerja Sistem Rem Cakram

Selain itu, getaran yang timbul juga disebabkan adanya daya cekeram piston yang berada di dalam calliper. Untuk mengatasinya pastikan penguncian baut roda telah terpasang dengan benar dan sebaiknya bawalah kendaraan Anda ke bengkel resmi apabila getaran masih terus terjadi.

Demikian itu tadi cara mendeteksi kerusakan pada sistem pengereman yang harus kamu ketahui. Pastikan bahwa kamu sudah membiasakan diri untuk selalu memperhatikan dan merawat sistem rem pada kendaraanmu, karena rem merupakan faktor yang sangat penting bagi keselamatan berkendara. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan untuk kita semua.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel