-->

10 Komponen dan Cara Kerja Sistem Rem Cakram Pada Kendaraan

Sistem rem pada kendaraan adalah salah satu komponen yang sangat penting dan harus rutin dirawat dan dicek, hal ini dikarenakan rem berpengaruh besar pada tingkat keselamatan pengemudi dan penumpang. Rem berfungsi untuk melambatkan laju kendaraan. Saat berada di  kondisi jalan yang buruk dan tikungan tajam, rem sangat berperan penting untuk meminimalkan tingkat kecelakaan.

10  Komponen dan Cara Kerja Sistem Rem Cakram Pada Kendaraan

Secara umum ada dua macam sistem rem yang dipasang pada kendaraan mobil maupun motor, yakni rem cakram (disc brake) dan rem tromol (drum brake). Masing masing dari sistem rem tersebut memiliki komponen dan cara kerja yang berbeda-beda. Namun,pada pembahasan kali ini, kita akan menjelaskan secara lengkap mengenai komponen dan sistem kerja rem cakram (disc brake).

Rem cakram adalah sistem pengereman yang paling populer, sporty dan efektif dengan menggunakan metode jepit. Model rem seperti ini sudah banyak digunakan pada kendaraan mobil dan sepeda motor. Tampilan pada rem cakram lebih simple dan responsif sehingga perawatannya menjadi lebih mudah dibandingkan pada rem tromol dan pengereman yang dihasilkan pun cukup bagus dan tepat.

Komponen Sistem Rem Cakram (Disc Brake)

Ada beberapa komponen yang terdapat pada sistem rem cakram, dari masing-masing komponen tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda untuk menghasilkan performa pengereman yang tepat dan nyaman untuk digunakan, diantarannya sebagai berikut :

1. Piringan (Disc Brake)

Salah satu bagian terpenting dari sistem pengereman model cakram. Piringan terbuat dari bahan baja asli dengan ketebalan benda yang telah ditentukan sesuai kebutuhan. Dengan bahan dan ketebalan yang disesuaikan membuat piringan bisa tahan panas saat bergesekan dengan kampas rem. Disc brake berfungi sebagai tempat penekanan kampas rem sehingga menimbulkan pengereman yang membuat putaran roda kendaraan dapat melambat bahkan berhenti berputar.

Ada dua macam piringan yang digunakan pada kendaraan, dimana dari masing-masing piringan memiliki ciri dan tingkat ketebalan yang berbeda.

  • Ventilated Disc, Kini sudah banyak kendaraan sepeda motor keluaran terbaru menggunakan rem cakram dengan model ventilad disc. Piringan pada motor lebih tipis dan memiliki banyak lubang. Diadanya pembuatan lubang tersebut untuk membuat rem tidak mudah panas saat digunakan terus menerus.
  • Solid Disc, memang sangat cocok untuk diterapkan pada kendaraan mobil. Bahan utama yang digunakan untuk membuat solid disc ialah besi baja dengan tingkat ketebalan yang lebih besar dan tidak terdapat lubang pada sisi piringan. Ketebalan pada solid disc berguna untuk menghasilkan performa pengereman yang baik dan optimal.

2. Kampas Rem (Brake Pad)

Mobil memiliki tenaga mesin yang lebih besar dibandingkan sepeda motor sehingga sistem pengeremnya harus terbuat dari bahan yang benar-benar berkualitas. Kampas rem adalah komponen yang berfungsi menekan piringan saat pengereman sedang dilakukan. Untuk menghasilkan pengereman yang tepat maka bahan kampas rem harus disesuaikan, saat ini bahan yang paling banyak digunakan ialah serbuk besi.


Ketebalan kampas rem dipandukan dengan bahan pembuatan yang tepat maka dapat menghasilkan gaya gesekan yang lebih besar, namun memiliki tingkat kepanasan yang relatif kecil dan lebih ramah lingkungan.

3. Brake Caliper (Kaliper Rem)

Komponen pada sistem rem yang berperan mengubah tekanan pada fluida menjadi gerak mekanis yang akan menekan kampas rem. Tekanan hidrolik yang masuk ke dalam caliper akan diberubah menjadi gerakan untuk menjepit kampas rem. caliper brake terbagi menjadi dua jenis yakni single piston dan double piston.

  • Single Piston (Floating Caliper) adalah sesuai dengan nama, bahwa jenis yang satu ini mempunyai satu piston yang berada di salah satu bagian sisi saja. Walaupun hanya memiliki satu piston untuk daya pengereman lumayan optimal dan untuk sisi yang satunya akan secara otomatis bergerak menekan brake pad.
  • Double Piston (Fixed Caliper) adalah untuk jenis tipe brake caliper yang satu ini sudah dilengkapi dua piston yang berada di bagian dua sisinya. Ke dua piston ini akan menekan kampas rem ke bagian piringan, sedangkan untuk kualitas daya pengeremannya lebih maksimal.

4. Pedal Rem

Komponen ini berada di bagian dalam mobil, tepatnya berdekatan dengan pedal gas dan kopling. Dengan desain lengan yang panjang dapat mengaktifkan sistem rem yang mampu memberikan gaya tekan yang sangat besar dengan aksi yang kecil sehingga akan memaksimalkan daya pengereman yang lebih tepat.

5. Piston Seal

Pada bagian piston terdapat komponen seal yang terbuat dari bahan karet yang elastis dan tidak terlalu kaku. Seal ini memiliki banyak fungsi selain membalikan posisi piston ketika pedal rem di lepas, seal juga berguna mencegah terjadinya kebocoran minyak rem dan menghalangi debu serta kotoran masuk ke dalam sistem hidrolik di saat rem sedang bekerja.

6. Niple Bleed

Pada saat Anda memperbaiki sistem rem, tentu terdapat udara di dalam hidrolik karena cairan rem telah terkuras habis. Jika udara tersebut tidak dibuang maka yang akan terjadi ialah rem menjadi blong dan daya pengereman menjadi kurang optimal. Niple bleed digunakan untuk membuang kotoran dan udara yang berada di dalam sistem hidrolik rem.


Ketika pembuangan udara sudah dipastikan sempurna, kunci kembali nipple bleed dengan benar agar tidak terjadi kebocoran minyak rem dan mencegah udara tidak kembali masuk ke dalam hidrolik rem.

7. Booster Rem

Booster rem merupakan komponen yang sangat berguna untuk membantu meringankan penekanan pedal brake tanpa harus mengurangi daya pengereman. Komponen ini akan membantu melipat gandakan kekuatan pengereman yang diaplikasikan oleh pengemudi. Dengan bantuan booster rem pengemudi menjadi tidak heran jika kendaraannya membawa beban berat namun untuk daya penekanan pada pedal rem tetap ringan.

8. Selang Hidrolik

Komponen ini akan menyalurkan aliran minyak rem ke setiap terminal dan berakhir di piston rem. Panjang selang pada bagian rem roda depan dan belakang berbeda-beda. Selang rem ini terbuat dari bahan baja yang kuat menahan tekanan fluida dan tidak mudah bocor maupun patah. Namun pada mobil truk pada roda depan menggunakan selang rem yang terbuat dari bahan karet tebal yang elastis, hal ini agar tidak menghalangi roda saat membelok ke kiri dan ke kanan.

9. Master Silinder

Master silinder menyatu dengan booster rem. komponen master silinder berguna untuk mengubah gerakan mekanis pada saat pedal rem ditekan menjadi tekanan hidraulis. Di dalam master silinder terdapat piston yang berbentuk kecil dan panjang. Piston ini akan menekan minyak rem atau fluida ke bagian selang rem. Berdasarkan jenisnya master silinder memiliki 2 macam yaitu :

  • Tipe Tunggal, master silinder jenis ini hanya memiliki satu piston saja dengan ukuran master silinder yang lebih kecil. Artinya untuk daya pengereman pada keempat roda dikendalikan oleh satu buah piston, jadi apa bila piston dan seal karet di dalam master silinder rusak akan berakibat melemahnya daya pengereman pada roda. Master silinder dengan satu piston banyak digunakan pada mobil dengan kapasitas beban muatan yang tidak terlalu berat.
  • Tipe Tandem, master silinder jenis ini memiliki dua piston dengan masing-masing piston memiliki tugasnya sendiri-sendiri, dimana satu piston menekan fluida ke bagian roda depan dan satu piston ke bagian roda belakang. Melihat bentuk dari jenis tipe tandem ini memiliki ukuran yang lebih besar dan memiliki daya pengereman yang lebih maksimal. Apabila salah satu piston mengalami kerusakan maka Anda tidak perlu khawatir karena masih ada satu piston yang bisa memberikan pengereman, walaupun kekuatan rem yang diberikan tidak optimal. Master silinder jenis ini banyak digunakan pada mobil berkapasitas beban yang sangat besar.

10. Reservoir

Komponen yang berfungsi untuk menampung cadangan minyak rem. Pada reservoir terdapat ukuran kapasitas fluida dalam batasan minimal dan maksimal. Letak reservoir menyatu dengan master silinder. Sebaiknya Anda perlu mengecek minyak rem di tabung reservoir sebulan sekali untuk memastikan cairan fluida tidak habis.

Jenis Rem Berdasarkan Penggeraknya

Ada tiga jenis penggerak pada sistem rem yang paling banyak digunakan sampai saat ini. Walaupun memiliki perbedaan, akan tetapi ketiga jenis rem ini memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda. Hanya saja yang membedakan berdasarkan jenis tekanan yang digunakan untuk menggerakan piston rem.

  • Sistem rem cakram hidrolik (sistem rem menggunakan tekanan fluida)
  • Sistem rem cakram mekanis (sistem rem menggunakan kabel kawat)
  • Sistem rem cakram angin (sistem rem menggunakan tekanan udara)

Sistem Kerja Rem Cakram (Disc Brake)

Ada tahapan terjadinya pengereman yang terjadi pada roda kendaraan, komponen yang berada pada satu sistem rem saling bekerja sama untuk memaksimalkan kinerja pengereman sesuai yang dibutuhkan oleh pengemudi. Ada dua cara kerja rem cakram yaitu saat mendapat tekanan dan ketika dilepas.

a) Kondisi Pedal Rem Saat Mendapat Tekanan

Ketika pengemudi menekan pedal rem maka akan terjadi tekanan hidrolis di dalam master silinder. Fluida akan ditekan oleh piston master silinder kemudian akan disalurkan ke bagian selang rem, kemudian fluida melewati pusat terminal pembagi dan berakhir di caliper rem. Tekanan fluida yang sangat besar akan menggerakan piston.


Piston yang mendapat tekanan dari fluida akan mendorong kampas rem (brake pad) untuk bergerak menjepit disc brake yang sedang berputar. Ketika pengemudi menginjak pedal rem dengan keras maka secara cepat kampas rem akan menjepit disc brake dan putaran roda akan melambat bahkan berhenti.

b) Kondisi Pedal Rem Tidak Mendapat Tekanan

Ketika pengemudi tidak lagi membutuhkan pengereman maka tekanan hidrolis fluida akan melemah dan menjadi tidak ada. Semua komponen yang mendapat tekanan dari fluida akan kembali ke kondisi semula, kampas rem kehilangan daya tekan sehingga piringan (disc brake) dapat kembali berputar.

Kelebihan Sistem Rem Cakram

Adapun beberapa kelebihan yang dimiliki kendaraan dengan menggunakan sistem rem cakram, diantaranya sebagai berikut :

a) Mempunyai kontruksi yang ringkas dan sederhana
b) Tidak menimbulkan bunyi berisik saat pengereman
c) Memiliki daya pengereman yang baik
d) Tidak memerlukan penyetelan
e) Tidak mudah panas saat pengereman
f) Memiliki ketahanan yang sangat baik walaupun dalam kondisi basah

Kekurangan Sistem Rem Cakram

Walaupun sudah di desain dengan sangat sempurna, namun ada beberapa kekurangan yang masih dimiliki sistem rem cakram, diantaranya adalah :

a) Akan mudah kotor karena penempatanya di luar
b) Piston rem mudah macet
c) Brake pad mudah habis karena daya tekan piston yang besar
d) Kinerja pengeremannya cukup kasar
e) Piringan cakram mudah rusak jika terdapat kotoran di brake pad

Demikian 10  komponen dan cara kerja sistem rem cakram pada kendaraan. Agar sistem rem cakram dapat bertahan lama, sebaiknya lakukan pengecekan dan perawatan secara berkala. Semoga dapat bermanfaat dan terima kasih, salam otomotif…!!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel