-->

3 Penyebab Sistem Pendingin Mobil Tidak Bekerja Optimal

Keberadaan sistem pendingin pada kendaraan mobil maupun motor sangat membantu untuk menstabilkan suhu kerja mesin. Dengan adanya cooling system ini kendaraan dapat menempuh perjalanan yang cukup jauh tanpa mengalami kerusakan karena meningkatnya suhu menis, hal ini dikarenakan temperatur  mesin yang terus meningkat akan diserap oleh cairan radiator yang berada di sekeliling  silinder.

3 Penyebab Sistem Pendingin Mobil Tidak Bekerja Optimal

Lalu bagaimana bila sistem pendingin tidak lagi berfungsi dengan semestinya? Jika hal ini terjadi maka akan menyebabkan kerusakan pada sejumlah komponen pendingin. Bahkan yang lebih parahnya lagi mesin akan mati secara tiba-tiba dan akan sulit dinyalakan kembali.

Terdapatnya gangguan pada sistem pendingin dapat diketahui dari panel instrument yang ditandai dengan menyala lampu indikator cooling system. Apabila hal semacam ini terjadi maka Anda hanya perlu melakukan pengecekan pada komponen pendingin atau bawalah mobil ke bengkel resmi kepercayaan Anda untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan secara benar.

Penyebab Sistem Pendingin Tidak Bekerja Optimal

Terdapat beberapa penyebab yang membuat kinerja cooling system pada mobil terus menurun. Nah, dari indikator penyebab kerusakan tersebuat bisa menjadi poin penting mengenai bagaimana langkah yang tepat untuk memperbaiki gangguan tersebut dan sekaligus menjadi ilmu tambahan bagi pemilik kendaraan untuk bisa menghindari penyebab kerusakan tersebut, sehingga kerusakan pada sistem pendingin dapat dihindari.

1. Oli Mesin Bercampur Dengan Air Radiator

Ketika hendak mengisi atau mengecek kapasitas air radiator ternyata Anda mengetahui berubahnya warna air menjadi putih kecoklatan, jika hal semacam ini terjadi maka air radiator bercampur dengan oli mesin. Lantas apa penyebab air radiator dapat bercampur dengan oli mesin mobil?

Terdapat beberapa kasus yang bisa menyebabkan air radiator bercampur dengan oli mesin, tapi pada umumnya peristiwa tersebut disebabkan efek dari mesin yang mengalami overheating. Meningkatnya suhu mesin secara signifikan membuat cylinder head mengalami pembengkokan atau pack kop (gasket cylinder head) mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat keretakan pada cylinder head yang membuat terjadinya kebocoran saluran air dengan saluran oli.

Cara yang tepat untuk memperbaiki air radiator yang bercampur oli mesin bisa dilihat dari komponen yang mengalami kerusakan, jika bagian gasket cylinder head yang rusak maka Anda hanya perlu menggantinya dengan gasket cylinder head yang baru. Akan tetapi, bila cylinder head bengkok maka harus diratakan permukaannya dengan ukuran yang tepat.

Untuk mengantisipasi atau mencegah oli mesin bercampur dengan air radiator, Anda harus selalu memperhatikan lampu indikator yang tertera pada panel instrument.

2. Air Radiator Selalu Berkurang

Kondisi air radiator yang selalu berkurang secara tidak wajar memang menjadi tanda tanya besar bagi pemilik kendaraan. Hal seperti ini tidak boleh disepelekan karena kapasitas radiator coolant yang tidak cukup membuat suhu kerja mesin menjadi kurang optimal.

Sebagai tindakan pertama, Anda perlu melakukan pengecekan pada bagian komponen sistem pendingin. Cobalah cek tutup radiator apakah terpasang dengan baik dan masih memiliki daya tekanan yang optimal, karena tekanan tutup radiator yang sudah melemah dapat membuat air radiator cepet habis.

Baca Juga :

Kondisi selang radiator yang mengalami kebocoran juga menjadi pemicu hilangnya radiator coolant dengan cepat. Hal ini bisa Anda lihat pada rembesan atau tetesan air yang jatuh, lalu sobeknya selang radiator disebabkan adanya gesekan dan benturan dengan benda lain. Selain itu pula kinerja kipas yang melemah sehingga putaran yang disalurkan tidak sesuai kebutuhan. Kendaraan yang mengadopsi kipas elektrik biasanya mengalami gangguan pada motor cooling fan.

3. Temperatur Mesin Mobil  Meningkat

Mesin mobil yang mengalami pembakaran secara berlahan-lahan akan menaikan suhu panas yang ada di area mesin. Untuk menjaga temperatur mesin supaya tidak belebih dan berada dalam kondisi stabil maka diperlukannya cooling system untuk mengontrol suhu kerja mesin.

Selain itu untuk mengetahui meningkatnya suhu mesin dan sekaligus mendeteksi kerusakan pada sistem pendingin maka diterapkan lampu indikator yang berada di instrument spidometer. Fitur ini sangat berguna sekali untuk memberi informasi kepada pengemudi mengenai cooling system.

Penyebab Meningkatnya Suhu Kerja Mesin

Adapun beberapa komponen sistem pendingin yang bisa anda periksa apabila terjadi peningkatan suhu mesin yang signifikan, diantaranya yaitu:

  • Kapasitas oli mesin kurang dan terdapat sirkulasi oli yang tersumbat
  • Adanya selang radiator yang mengalami kebocoran
  • Air radiator tidak dapat mengalir dengan baik atau adanya saluran air radiator yang tersumbat
  • Kondisi tutup radiator sudah tidak berfungsi maksimal
  • Kipas radiator tidak dapat berputar padahal suhu mesin telah tercapai

Dampak Suhu Mesin Mobil Yang Terus Meningkat

Adapun beberapa dampak yang akan diterima kendaraan jika temperatur mesin mengalami peningkatan yang berlebihan, diantaranya yaitu:

  • Kerusakan pada komponen mesin, apabila mesin mengalami overheat maka beberapa komponen akan berhenti berfungsi seperti pada piston yang macet, kop cylinder bengkok, bantalan mesin mengalami kerusakan dan lain sebagainya. hal ini terjadi karena pengemudi terlalu memaksakan kendaraannya padahal mesin mobil sedang dalam kondisi overheat.
  • Untuk kendaraan mobil tua akan mengalami gangguan pada sistem AC, kendaraan akan kehabisan Freon yang disebabkan suhu panas disertai tekanan tinggi pada sistem AC.

Itulah ulasan tentang penyebab sistem pendingin mobil tidak bekerja optimal sehingga beresiko terjadinya overheat pada mesin. Pastikan Anda selalu memeriksa dan memelihara sistem pendingin mobil secara rutin, semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel