-->

Kerusakan Yang paling Sering Terjadi Pada Sepeda Motor Matic

Motor matic merupakan alat transportasi yang paling banyak digemari oleh masyarakat di dunia. Selain harganya yang relatif lebih murah dibandingkan kendaraan mobil, dari segi penggunaannya pun lebih mudah, karena alat transportasi ini sudah menggunakan transmisi otomatis. Walaupun memiliki banyak kelebihan, motor jenis matic sering kali mengalami kerusakan yang terjadi pada beberapa komponennya, sehingga perlu ada perawatan kendaraan secara rutin.

Kerusakan Yang paling Sering Terjadi Pada Sepeda Motor Matic

Para pengemudi motor matic di dominasi oleh para wanita, seperti ibu rumah tangga dan anak sekolah. Melihat jumlah peminat motor matic yang semakin banyak, kini perusahaan otomotif berlomba-lomba menciptakan motor matic dengan inovasi-inovasi baru supaya dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.

Bagi Anda yang sudah memiliki dan penggemar motor matic, sebaiknya lakukan perawatan rutin dengan membawa ke bengkel untuk melakukan pengecekan pada setiap komponen pada motor. Jangan sampai timbul kerusakan yang berakibat fatal, sehingga Anda perlu banyak mengeluarkan biaya peralatan. Berikut beberapa macam kerusakan pada sepeda motor matic yang kerap kali terjadi, diantaranya:

1. Kerusakan Pada Lampu Motor

Sekarang sudah banyak kita jumpai motor matic yang lampu depan atau belakang selalu hidup secara otomatis, tanpa adanya saklar pemutus arus. Kondisi lampu motor yang terus menerus menyala membuat bohlam lampu menjadi panas dan gosong.

Untuk mengatasi masalah tersebut terkadang pemilik motor memodifikasi motor matic dengan membuat saklar pemutus arus, hal ini bertujuan mengurangi bohlam lampu yang sering kali terputus. Apalagi bohlam lampu yang orisinil / original tentu memiliki kualitas yang bagus. Akan Tetapi, harga lampu motornya jauh lebih mahal.

2. Kerusakan Pada Vanbelt

Vanbelt adalah komponen yang digunakan pada motor matic untuk menggerakkan roda bagian belakang. Karena letak vanbelt yang tidak terlihat dan tertutup, membuat kerusakan pada vanbelt sulit untuk disadari oleh pemilik motor. Gejala vanbelt yang sudah mulai aus / rusak dapat ditandai dengan kurangnya tenaga saat kondisi jalan menanjak. Apabila vanbelt sampai putus, maka motor matic Anda tidak dapat berjalan.


3. Kerusakan Ban

Mungkin sudah menjadi hal umum bila semua jenis motor sering kali mengalami bocor ban. Pada motor matic, ban yang digunakan mempunyai ukuran diameter yang relatif lebih kecil sehingga ban akan berputar lebih banyak dibandingkan pada motor umumnya. Dengan demikian ban akan cepat mengalami keausan. Beberapa penyebab ban pada motor sering kali bocor, yaitu permukaan ban yang sudah tipis, terdapat benda tajam pada jalan yang sedang dilaluinya, dan adanya salah penempatan ukuran ban yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

4. Aki Motor Rusak

Sistem penerangan dan starter elektrik adalah komponen yang paling banyak menggunakan arus listrik. Sudah dipastikan bahwa aki yang telah rusak akan berdampak buruk bagi komponen yang lainnya, motor matic akan sulit menghidupkan kendaraannya apabila starter elektriknya tidak dapat berfungsi maka mau tidak mau harus menggunakan cara lain yaitu stater kaki / diengkol.

Bagi pengendara wanita dan orang tua, tentu ini akan menjadi masalah yang cukup rumit. Untuk motor matic yang sudah injeksi, ada beberapa pendeteksi komponen dan pompa minyak yang membutuhkan asupan arus listrik, sebaiknya lakukan pergantian aki yang telah rusak dengan aki yang baru.

5. Kerusakan Pada Engkol (Stater Kaki)

Penggunaan starter elektrik yang terus menerus membuat starter kaki menjadi jarang digunakan. Saat Anda memanaskan motor di pagi hari, sebaiknya untuk menghidupkan mesin menggunakan starter kaki saja. Ini untuk mencegah engkol agar tidak rusak setelah sekian lama tidak pernah digunakan.


Itulah informasi tentang kerusakan yang paling sering terjadi pada sepeda motor matic yang diakibatkan kurangnya perhatian dalam merawat motor matic. Ada cara yang dapat Anda lakukan di rumah untuk menjaga motor matic selalu tetap terawat seperti melakukan ganti oli secara rutin, memanaskan motor beberapa menit sebelum digunakan, dan bahan bakar di tangki jangan sampai habis. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel