-->

5 Gejala Engine Mounting Rusak Pada Mobil Yang Harus Diwaspadai

Apakah kamu pernah mendengar sebutan engine mounting? Bagi orang yang baru memiliki kendaraan mobil mungkin belum begitu paham apa itu engine mounting. Dudukan mesin atau dikenal dengan sebutan engine mounting merupakan salah satu komponen pada mobil yang berfungsi untuk menyangga mesi dan sekaligus meredam getaran mesin. Bisa diibaratkan bahwa engine mounting itu adalah bantal untuk memastikan kenyamanan pengemudi dan penumpang saat berkendara.

Umumnya engine mounting terbuat dari bahan elastis seperti karet yang dilapisi besi baja. Pada kendaraan mobil sendiri setidaknya ada dua sampai empat engine mounting. Dimana dudukan mesin ini berada diantara mesin dan body mesin (chasis). Ada beberapa bentuk engine mounting pada mobil, yakni jenis engine mounting konvensional maka bentuknya berupa pelat baja dan satunya lagi berbentuk tabung dengan karet yang berlubang pada sisi tengah.

Ternyata komponen engine mounting ini bisa rusak, ini disebabkan dari umur komponen yang sudah terlalu lama. Jika engine mounting rusak maka karet akan getas, retak dan bahkan pecah. Jika dudukan mesin sudah rusak tentu hal tersebut akan berpontesi munculnya kerusakan baru pada komponen di sekitar mesin. Untuk itu, pentingnya mendeteksi kerusakan tersebut sejak dini, lantas apa saja gejalanya?

5 Gejala Engine Mounting Rusak Pada Mobil Yang Harus Diwaspadai

Tanda Engine Mounting Rusak Pada Mobil

Salah satu fungsi engine mounting mobil adalah memberikan kenyamanan pada pengemudi dan penumpang ketika berkendara, jadi saat engine mounting telah rusak maka kenyamanan berkendara menjadi berkurang. Nah, dibawah ini ada beberapa tanda dudukan mesin mobil telah mengalami kerusakan.

1. Getaran Mesin Menjadi Lebih Terasa

Tanda rusaknya engine mounting yang pertama yakni dapat dilihat dari getaran mesin yang menjadi lebih besar dari biasanya. Hal ini terjadi ketika mesin mobil dihidupkan maupun saat mobil berjalan. Pengemudi dapat mendengarkan dan merasakan getaran kencang pada mesin mobil, hal ini tidak terlepas dari kondisi engine mounting yang sudah mampu meredam guncangan mesin dengan baik.

Selain itu, pengemudi dan penumpang bisa merasakan getaran pada bodi mobil. Getaran ini akan menjadi lebih hebat ketika pengemudi mengendari mobil dengan tingkat RPM yang berubah-ubah. Apalagi mobil melintasi jalan yang rusak dan berlubang, maka getaran akan tambah lebih besar sehingga mengurangi kenyamanan ketika berkendara.

2. Mesin Mobil Terasa Menghentak

Gejala engine mounting rusak berikutnya bisa dirasakan dari mesin yang terasa menghentak ketika akan berjalan. Hal ini mudah sekali untuk diketahui saat pengemudi akan melepas kopling mobil untuk melakukan perpindahan gigi transmisi dari yang sebelumnya dalam kondisi diam.

Tak hanya itu saja, hentakan pada mesin juga bisa pengemudi rasakan pada mobil yang menggunakan transimi matik, yakni saat perpindahan gigi percepatan. Dimana pengemudi memindahkan tuas transmisi ke posisi D, maka hentakan pada mesin akan terasa lumayan keras sampai ke dalam kabin. Biasanya, kejadian semacam ini seringkali terjadi pada mobil yang engine mounting berada di bagian transmisi.

3. Muncul Suara Aneh Di Sekitar Mesin

Ciri engine mounting sudah rusak parah bisa menimbulkan suara "gluduk-gluduk" di sekitar mesin. Bunyi tersebut bisa dirasakan pengemudi ketika mobil berakselerasi ataupun deselerasi. Suara akan semakin keras apabila mobil melewati jalan yang permukaannya tidak rata. Mesin mobil yang hendak dihidupkan juga memungkinkan mengeluarkan bunyi-bunyi berisik, sebab itu pengemudi perlu melakukan pemeriksaan kondisi mobil.

Baca Juga :


Jika engine mounting sudah getas dan bahkan pecah, maka ini menandakan engine mounting harus segera diganti agar kenyamanan berkendara dapat kembali dirasakan oleh pengemudi dan juga penumpang.

4. Kondisi Mesin Terlihat Turun Dan Miring

Jika kita amati secara visual, engine mounting yang rusak bisa membuat posisi mesin menjadi turun dan bahkan miring. Hal ini yang membuat kipas pendingin yang terkait ke bagian mesin berpotensi merusak kisi-kisi radiator dan juga merusak kipas itu sendiri. Hal ini sering terjadi pada mobil yang menggunakan tipe kipas nonelektronik.

5. Getaran Menjadi Lebih Besar Dari Biasanya

Gejala engine mounting rusak yang terakhir adalah meningkatnya getaran pada mesin. Getaran ini akan sangat terasa oleh pengemudi dan penumpang ketika hendak menghidupkan mesin mobil, dimana getaran tersebut akan masuk ke dalam kabin justru mengurangi konsentrasi dan kenyamanan saat berkendara.

Jika kamu sudah merasakan beberapa tanda engine mounting sudah rusak seperti yang dijelaskan di atas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dan pergantian engine mounting. Jangan dibiarkan begitu saja, karena itu dapat menimbulkan masalah baru pada mobil kamu. Lakukan servis di bengkel resmi atau langganan kamu.

Itulah beberapa gejala engine mounting rusak pada mobil yang perlu diwaspadai. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semua, Salam Otomotif.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel