-->

12 Perilaku Pengemudi Yang Ngawur dan Menyebalkan di Jalan

Pengetahuan dan keterampilan berkendara adalah hal yang penting bagi pengemudi untuk keselamatan dirinya maupun pengendara lain. Selain itu, perilaku pengemudi ketika berkendara juga penting dan harus diperhatikan. Pasalnya penguasaan kemudi yang buruk dan perilaku berkendara yang ngawur hanya akan membuat pengendara lain jengkel dan bahkan membuat mereka gagal fokus saat menyetir.

Hal tersebut tentu akan membahayakan dan dapat berpotensi terjadinya kecelakaan. Hal yang membuat buruknya perilaku pengemudi adalah kurangnya kesadaran diri untuk menaati peraturan berlalu lintas. Nah, alasan yang sering dilontarkan oleh pengemudi yang melanggar peraturan adalah karena terburu-buru, macet dan ada keluarga yang “sakit”.

12 Perilaku Pengemudi Yang Ngawur dan Menyebalkan di Jalan

Perilaku Pengemudi Yang Menyebalkan

Banyak sekali perilaku buruk pengemudi yang hingga saat ini masih sering dilakukan. Apa saja mereka? Berikut ini beberapa perilaku pengemudi yang menyebalkan ketika di jalan.

1. Pengemudi Yang Menggunakan Lampu Jauh Berlebihan

Pengemudi pasti sudah tahu fungsi utama dari lampu jauh, yaitu untuk memberi penerangan lebih ketika melewati jalan yang gelap dan memerlukan pencahayaan yang lebih luas. Namun, lampu jauh juga sering digunakan pengemudi untuk "meminta jalan" pada pengendara lain yang ada di depannya.

Akan tetapi, sorotan cahaya yang dihasilkan dari lampu jauh yang terlalu lama dari pengemudi di belakang bisa mengganggu. Apalagi jika sorotan lampu jauh berasal dari mobil atau motor yang arahnya berlawanan, tentu dapat berisiko kecelakaan.

2. Pengemudi Yang Tidak Pakai Sein

Fungsi utama lampu sein adalah untuk memberi tanda kepada pengendara yang ada di belakang dan depan ketika pengemudi hendak berbelok ataupun berpindah jalur, tujuannya untuk meminimalisir kecelakaan di jalan. Meskipun demikian, tak sedikit pengemudi yang tidak menggunakan lampu sein saat hendak  berbelok dan berpindah jalur. Tentu ini bisa membuat jengkel pengendara lain.

Bayangkan, jika ada pengendara yang tiba-tiba belok tanpa menyalakan lampu sein. Hal ini akan membuat pengendara lain kehilangan konsentrasi dan menyebabkan kecelakaan.

3. Pengemudi Yang Tidak Mematikan Lampu Sein

Perilaku yang menyebalkan dari pengemudi yang ngawur adalah tidak mematikan lampu sein meski sudah berjalan berkilo-kilo meter jauhnya, hal ini hampir sama buruknya dengan pengemudi yang tidak menyalakan lampu sein ketikan berbelok ataupun berpindah jalur. Tentu ini akan membuat pengendara lain akan bingung dan harus menebak-nebak keinginan mereka.

4. Menyalakan Lampu Hazard Tidak Pada Tempatnya

Biasanya lampu hazard difungsikan saat keadaan darurat. Namun, sebagian pengemudi seringkali menyalakan lampu hazard di saat kondisi hujan deras dan berkabut. Penggunaan lampu hazard di kondisi semacam ini justru bisa menyebabkan pengendara yang di belakang dan depan menjadi bingung, karena ketika lampu hazard ON maka lampu sein tidak menyala, sehingga sulit untuk mengetahui kendaraan akan berbelok atau berpindah jalur.

5. Pengemudi Yang Menggunakan Bahu Jalan

Bahu jalan digunakan untuk kondisi darurat. Namun, fungsi dari bahu jalan seringkali disalahgunakan, terutama saat jalan sedang macet. Biasanya pengemudi memanfaatkan bahu jalan untuk menerobos kemacetan.

6. Pengemudi Yang Menerobos Lampu Lalu Lintas

Kejadian seperti ini seringkali terjadi setiap harinya. Lampu lalu lintas sudah menunjukan menyala merah, namun mobil atau motor masih saja ada yang tetap jalan. Hal ini bisa berisiko kecelakaan, sebaiknya jika lampu sudah kuning maka kurangi kecepatan kendaraan, lalu berhenti sebelum lampu lalu lintas menyala merah.

7. Pengemudi Yang Membuang Sampah Sembarangan


Sebagian pengemudi seringkali membuang sampah sembarangan ketika sedang berkendara. Padahal menyimpan sampah di dalam mobil tidak sulit dan bisa kamu buang setelah mobil berhenti di SPBU atau tujuan akhirmu.

Baca Juga :

Dengan membuang sampah sembarangan bisa mengganggu pengguna jalan lain, bisa saja sampah yang kamu buang menempel di kaca depan mobil orang sehingga mengganggu pandangan pengemudi. Selain itu, membuang sampah tidak pada tempatnya juga bisa mencemari lingkungan.

8. Pengemudi Yang Melakukan Kegiatan Lain

Mengemudi kendaraan adalah kegiatan yang membutuhkan keterampilan dan kosentrasi. Jika lengah bisa berakibat fatal bagi dirinya atau pengendara lain.

Saat mengemudi, usahakan tubuh dalam kondisi sehat dan tidak mengantuk. Selain itu, hindari melakukan kegiatan lain di dalam mobil, seperti bermain ponsel, makan, nonton youtube, berdandan dan sebagainya. Hal ini justru membuat kosentrasi mengemudi menjadi buyar, karena pandangan yang tidak fokus ke depan.

9. Pengemudi Yang Membuntuti Dari Jarak Dekat

Pengemudi ngawur seperti ini adalah orang yang tidak sabaran. Mereka terburu-buru sehingga kendaraannya seringkali berada tepat di belakang bumper mobil mu. Hal ini tidak patut untuk di contoh, karena bisa membahayakan keselamatan dirinya.

Potensi kecelakaan bisa saja terjadi jika pengemudi di depannya menginjak rem secara mendadak dan pengemudi yang ada di belakang tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pengereman karena jarak kedua kendaraan yang terlalu berdekatan.

10. Pengemudi Yang Lamban di Jalur Cepat

Jalur cepat memiliki batasan kecepatan sendiri pada setiap bagian jalannya. biasanya, laju kendaraan harus dipacu 60 sampai 100 kilometer per jam supaya memberikan keamanan bagi pengguna jalan yang lain.

Jika berjalan di bawah kecepatan standar bisa menyebabkan bahaya bagi pengendara lain. Apabila berjalan lambat karena suatu hal, disarankan pindah ke jalur cepat sebelah kiri. Selain itu, kamu juga bisa pindah ke bahu jalan kalau terpaksa berhenti karena kondisi darurat.

11. Pengemudi Yang Melaju Kencang Saat Cuaca Buruk

Melaju kendaraan dengan kecepatan tinggi saat hujan dapat berpotensi kecelakaan. Inilah yang seringkali di khawatirkan oleh pengendara lain jika berpapasan dengan mobil atau motor berkecepatan tinggi. Pasalnya, hujan akan membuat kendaraan menjadi kurang stabil saat berjalan karena daya cengkeram ban terhadap jalan menjadi berkurang.

12. Pengemudi Yang Hobi Menekan Klakson

Fungsi utama klakson adalah untuk memberi peringatan atau tanda menggunakan media suara kepada pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki yang menyeberang sembarangan. Namun, fitur klakson seringkali disalahgunakan seperti saat kondisi jalan sedang macet dan lampu lalu lintas yang baru saja berubah menjadi hijau.

Ditambah lagi suara klakson yang keras, pengguna jalan seperti ini cenderung tidak sabar dan terburu-buru. Sebagai pengendara yang baik, gunakan klakson sesuai dengan tempatnya dan kebutuhan. Hindari menekan klakson yang terus menerus, karena itu bisa mengganggu pengguna jalan lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel