-->

Faktor Yang Menjadi Pertimbangan Guru Untuk Menentukan Naik Kelas Pada Siswa

Faktor yang menjadi pertimbangan guru untuk menentukan naik kelas pada siswa - Dalam dunia pendidikan setiap siswa wajib untuk mengikuti kegiatan belajar yang ada di sekolah, hal ini berguna untuk berkembangnya kemampuan para siswa secara optimal. Selain peran orang tua dalam mendidik anaknya di lingkungan keluarga maka saat di lingkungan sekolah peran Bapak / Ibu guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan para siswa didiknya. Segala metode-metode pembelajaran yang di terapkan oleh pihak sekolah kepada siswanya di harapkan mampu menjaga dan menambah perkembangan para siswa didiknya menjadi lebih optimal terutama dalam hal pendidikan.

Menentukan naik kelas pada siswa

Untuk mengetahui seberapa jauhnya kemampuan pada siswa, pihak sekolah akan memberikan satu buku yang berisi nilai-nilai yang lebih kita kenal dengan buku raport. Dengan buku ini orang tua dan siswa akan mengetahui berhak tidaknya siswa tersebut untuk naik kelas atau malah tinggal kelas. Selain dari itu masih banyak beberapa hal yang menjadi pertimbangan oleh pihak sekolah untuk mengambil kebijakan dalam menentukan siswanya untuk naik kelas atau malah sebaliknya. Siswa yang tidak naik kelas bukan berarti dia bodoh tetapi kemauan untuk merubah diri menjadi siswa yang pintar dan semangat dalam belajar belum mampu ia dapatkan.

5 Faktor Menjadi Pertimbangan Guru Dalam Menentukan Naik Kelas Pada Siswa

1. Daftar Kehadiran Siswa

Hal yang pertama kali untuk menentukan siswa naik kelas adalah absen kehadiran, jika siswa yang tidak hadir tanpa ada keterangan akan menjadi efek buruk untuk perilaku dan kepercayaan guru terhadap siswa tersebut. Siswa yang terlalu sering tidak hadir akan ketinggalan materi pelajaran, hal ini akan berdampak buruk yang membuat siswa ketinggalan pelajaran. Oleh sebab itu bagi siswa yang memang tidak bisa hadir dikarenakan ada kepentingan keluarga, sakit atau lainnya bisa mengirim sebuah surat izin ke sekolah untuk mengetahui alasan mengapa siswa berhalangan hadir pada hari itu.

Bagi siswa yang ketahuan bolos sekolah akan di berikan sanksi oleh pihak sekolah sebagai teguran supaya tidak mengulanginya lagi dan siswa yang memiliki daftar perilaku yang tidak baik seperti bolos sekolah, berkelahi atau ketahuan mengambil barang temannya, akan menjadi hambatan siswa tersebut untuk naik kelas.

2. Nilai Ulangan Harian Yang Buruk

Nilai ujian harian akan menjadi tambahan pada nilai raport untuk bisa lolos dari daftar nilai minimum yang ditentukan oleh pihak sekolah, usahakan setiap ada ulangan harian siswa mampu mendapatkan nilai yang bagus. Sedangkan bila siswa sering mendapatkan nilai ulangan harian yang buruk, ini akan mempersulit siswa untuk melewati nilai yang sudah ditentukan pada setiap mata pelajaran. Sebagai penolong untuk tidak remedial, siswa harus bisa mendapatkan nilai yang memuaskan ketika ujian semester.


3. Nilai Ujian Semester

Ujian semester akan di adakan setiap enam bulan sekali, dan untuk mendapatkan nilai yang maksimal siswa harus mempersiapkan diri kurang lebih satu minggu sebelum hari H. Nilai ujian semester memiliki poin yang lebih besar dibandingkan nilai ulangan harian, sehingga siswa harus mampu untuk mendapatkan nilai yang diharapkan  agar bisa lolos dari remedial. Remedial bisa diartikan sebagai salah satu cara guru yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki nilai yang di bawah dari nilai minimum yang sudah di tetapkan.

4. Malas belajar

Sifat malas memang sulit untuk kita hindari akan tetapi jika siswa ingin menjadi orang yang berhasil maka butuh perjuangan serta pengorbanan yang cukup serius. Banyak faktor yang membuat siswa malas untuk belajar, mulai dari terlalu banyak bermain, kurangnya pantauan orang tua, materi pelajaran yang tidak di sukai dan suasana tempat belajar yang tidak mendukung.

Sifat malas dapat dikalahkan jika ada kata niat untuk belajar, apa pun yang kita kerjakan atau lakukan bila sudah diniati pasti hasilnya tidak akan mengecewakan, karena hasil tidak pernah menghianati proses.

5. Sering melanggar peraturan

Peraturan yang dibuat oleh pihak sekolah bertujuan untuk bisa mengatur kedisiplinan siswa seperti disiplin dalam belajar, disipin waktu, dan disiplin dalam bersikap. Siswa yang melanggar peraturan sekolah akan mendapatkan teguran dari sekolah berupa sanksi atau surat peringatan, bagi siswa yang sudah sering mendapatkan surat peringatan akan menjadi salah satu penyebab siswa tidak naik kelas, karena tidak masuk dalam  kriteria syarat-syarat yang sudah di tetapkan oleh pihak sekolah.

Dan efek yang lebih parahnya lagi bila siswa terus melanggar peraturan tanpa ada perubahan menjadi lebih baik, maka sekolah akan mengambil keputusan untuk mengeluarkan siswa dari sekolahan tersebut.


Demikian ulasan mengenai 5faktor yang akan menjadi pertimbangan guru untuk menentukan naik kelas pada siswa, dari informasi di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk bisa naik kelas maka anda harus melakukan usaha dan niat yang nyata untuk bisa melewati itu semua, karena pada dasarnya keberhasilan terdapat pada usaha, niat dan do’a anda. Terima kasih, salam pendidikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel